Contoh Ambiguitas

Ambiguitas terjadi ketika sebuah kata atau ungkapan memungkinkan dua atau lebih interpretasi. Semua ambiguitas bergantung pada konteksnya, yaitu, pada jumlah informasi yang dimiliki penerima tentang apa yang dibicarakan.

Untuk mencapai teks yang dapat dipahami, penting untuk menghindari ambiguitas dan memberikan elemen kontekstual yang tidak menimbulkan kebingungan.

Kata polisemik adalah kata-kata yang memiliki lebih dari satu makna, dan oleh karena itu mendukung ambiguitas jika konteks di mana suatu kalimat diucapkan tidak diketahui.

Jenis dan Contoh

  • Ambiguitas karena polisemi. Itu terjadi ketika sebuah kata memiliki lebih dari satu makna dan tidak jelas yang mana dari semua itu merujuk. Misalnya: Dia adalah orang yang mulia. / Itu bisa merujuk pada memiliki gelar bangsawan atau memiliki kebaikan hati.
  • Ambiguitas karena kesalahan tata bahasa (amphibologi). Ini terjadi ketika tidak dipahami elemen mana dari kalimat yang dirujuk oleh pengubah tertentu. Contoh: Ali mencintai kekasihnya, dan demikian pula saya!  Ali mencintai kekasihnya dan saya juga mencintai kekasih Ali atau,  Ali mencintai kekasihnya dan saya juga mencintai kekasih saya.
  • Ambiguitas sintaksis. Dalam sintaksis kalimat, kata yang sama dapat menggantikan kata sifat atau kata keterangan, kata kerja atau kata benda, dll. Jika kita tidak tahu apa fungsi kata itu, kita mungkin tidak mengerti artinya. Misalnya: Saya berubah lagi. / Mungkin orang tersebut kembali ke suatu tempat untuk berubah atau berubah dua kali.



Contoh Ambiguitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas