10 Contoh Antasida yang perlu diketahui

Antasida adalah zat yang bekerja melawan mulas. Sakit maag dialami sebagai nyeri atau sensasi terbakar di perut atau di sepanjang kerongkongan.

Lambung secara alami mengeluarkan serangkaian zat asam yang memungkinkan pencernaan makanan. Dinding lambung disiapkan untuk menahan zat-zat ini; tapi esofagus tidak. Saat asam lambung naik ke kerongkongan, sensasi terbakar dialami. Fenomena ini disebut “gastroesophageal reflux”.

Penyebab mulas dapat dikaitkan dengan berbagai faktor:

  • Konsumsi minuman berkarbonasi (soda)
  • Konsumsi minuman yang sangat pedas
  • Berbaring segera setelah makan
  • Patologi sistem pencernaan sebelumnya seperti hernia hiatus atau inkompetensi parsial sfingter gastroesofagus
  • Konsumsi makanan yang berlebihan
  • Konsumsi minuman beralkohol

Antasida bekerja dengan melawan mulas, karena merupakan zat alkali (basa).

Beberapa antasida adalah sitoprotektor atau pelindung mukosa lambung, baik dari kerja enzim pencernaan maupun dari asam itu sendiri. Ini berarti bahwa mereka tidak bertujuan untuk meningkatkan pH (menurunkan keasaman) tetapi hanya melindungi dinding sistem pencernaan dari efek buruknya.

Antasida lainnya adalah penghambat pompa proton: antasida ini secara signifikan mengurangi produksi asam di lambung. Mereka adalah basa lemah (zat alkali). Mereka memblokir enzim ATPase, juga dikenal sebagai pompa proton, yang secara langsung bertanggung jawab untuk sekresi asam.

Contoh antasida:

  • Natrium bikarbonat: senyawa kristal yang larut dalam air.
  • Magnesium Hidroksida: Sediaan magnesium cair, juga disebut “susu magnesium.” Ini juga digunakan sebagai pencahar.
  • Kalsium karbonat: merupakan senyawa kimia yang sangat melimpah di alam, baik dalam materi anorganik, seperti batuan, maupun pada makhluk hidup (seperti moluska dan karang). Dalam pengobatan, selain sebagai antasid, juga digunakan sebagai suplemen kalsium dan agen adsorben.
  • Aluminium hidroksida: ia mengikat kelebihan asam di perut, itulah sebabnya ia juga digunakan untuk mengobati bisul. Dapat menyebabkan sembelit.
  • Sukralfat (sitoprotektif): digunakan untuk melawan gejala hiperasiditas lambung, tetapi juga untuk tukak lambung atau duodenum. Paling efektif bila diminum sebelum makan.
  • Omeprazole (inhibitor pompa proton): menghambat sekresi asam klorida hingga 80%.
  • Lansoprazole (inhibitor pompa proton): digunakan untuk mengobati dan mencegah semua jenis kondisi yang berhubungan dengan asam lambung dan refluks: lesi, tukak, dll.
  • Esomeprazole (inhibitor pompa proton): jika diberikan setiap hari selama lima hari, produksi asam rata-rata menurun hingga 90%.
  • Pantoprazole (inhibitor pompa proton): digunakan untuk perawatan delapan minggu.
  • Rabeprazole (inhibitor pompa proton): digunakan dalam pengobatan jangka pendek.



10 Contoh Antasida yang perlu diketahui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas