Apa itu Energi Biru?

Kekuatan biru adalah energi yang dimanfaatkan dari pergerakan alami lautan.

Energi biru, kadang-kadang disebut energi laut, adalah istilah untuk metode pembangkitan listrik melalui konvergensi air tawar dan air asin. Energi ini dapat diekstraksi melalui berbagai cara, termasuk tenaga pasang surut, tenaga arus, tenaga gelombang, konversi energi panas, dan osmosis. Tenaga juga dapat dikumpulkan dengan memanfaatkan tenaga angin yang terkait dengan badan air — biasanya laut.

Jenis energi biru yang diekstraksi dengan osmosis, juga disebut daya gradien yang menonjol, menggunakan membran semi-permeabel buatan yang besar untuk membuat elektrodialisis terbalik dari sumber daya laut alami. Energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk menghasilkan listrik. Satu-satunya produk sampingan adalah air payau. Air payau hanyalah kombinasi air tawar dan air asin yang secara alami terjadi di muara.

Jenis energi ini hanya berguna di wilayah geografis tertentu. Satu-satunya cara untuk menciptakan energi biru selain di laboratorium adalah di muara, di mana arus sungai air tawar dan pasang surut air laut bertemu di muara sungai. Meskipun teknologinya telah dipahami cukup lama, pembuatan membran terlalu mahal untuk menjadi alternatif energi yang praktis. Baru-baru ini, membran yang lebih ekonomis telah dikembangkan yang memungkinkan teknologi energi biru mulai diterapkan di lingkungan yang sesuai.

Selain energi biru yang berkaitan dengan elektrodialisis terbalik, ada juga perusahaan bernama Blue Energy. Perusahaan ini juga menyediakan energi alternatif tetapi teknologinya sedikit berbeda. Tenaga yang dihasilkan perusahaan memanfaatkan arus pasang surut air laut menggunakan turbin. Turbin mirip dengan kincir angin kecuali bekerja di bawah air. Memanfaatkan arus laut lebih efisien dan dapat diprediksi daripada tenaga angin, jadi ini adalah solusi yang baik untuk komunitas tepi laut.

Manfaat lingkungan dari perusahaan serta energi biru sangat berharga. Karena kedua teknologi tersebut terbarukan dan tidak memancarkan gas rumah kaca, penggunaan energi ini jika memungkinkan akan membantu mengurangi pemanasan global dan konsekuensi lain yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil. Selain itu, energi biru tidak memakan banyak ruang seperti yang dilakukan jaringan energi, dan ekosistem tidak terpengaruh secara negatif seperti halnya pertambangan dan pengeboran misalnya.

Related Posts