Apa itu Kehidupan Non-Seluler?

Wanita memegang buku

Kehidupan non-seluler adalah kehidupan yang ada tanpa struktur sel. Sampai abad ke-21, orang umumnya menerima bahwa untuk dianggap sebagai bentuk kehidupan, suatu organisme harus memiliki sel, meskipun struktur sel dapat sangat bervariasi. Ini mengecualikan hal-hal seperti virus dari daftar organisme “hidup”. Namun, penelitian tambahan menunjukkan bahwa klasifikasi ini mungkin salah, dan bahwa hal-hal seperti virus sebenarnya dapat dianggap sebagai bentuk kehidupan. Hal ini memunculkan istilah “kehidupan non-seluler” untuk menggambarkan organisme tersebut, membedakan mereka dari kehidupan seluler seperti bakteri, jamur, archaea, protista, hewan, dan tumbuhan.

Sementara orang telah menyarankan bahwa virus memiliki banyak sifat yang terkait dengan kehidupan, baru pada tahun 2003 para peneliti menemukan virus dengan kemampuan membuat protein. Kemampuan untuk mensintesis protein dianggap sebagai faktor utama dalam menentukan apakah suatu organisme hidup atau tidak, dan sebagian besar virus harus membajak sel untuk membangun protein. Fakta bahwa Mimivirus dapat membuat protein mengarah pada kesadaran bahwa mungkin ada lebih banyak virus daripada yang terlihat.

Mengingat banyaknya virus yang belum ditemukan di dunia, sangat mungkin bahwa suatu hari nanti para peneliti dapat menemukan lebih banyak virus yang mampu menghasilkan protein. Ini akan menunjukkan bahwa virus mungkin berevolusi dari bentuk kehidupan sebelumnya yang mampu memproduksi protein secara independen dari sel. Ini juga sangat memperluas cakrawala ketika berpikir tentang kehidupan di luar bumi; jika kehidupan non-seluler ada di Bumi, mungkin juga ditemukan di tempat lain.

Selain virus, struktur seperti kosmid, satelit, viriod, fosmid, prion, fagemid, dan transposon juga dapat dianggap sebagai kehidupan non-seluler. Beberapa ilmuwan menyebut kehidupan non-seluler sebagai Acytota atau Aphanobiota, dan kehidupan seluler sebagai Cytota. Jika konsep kehidupan non-seluler semakin diterima secara luas, Acyota atau Aphanobiota dapat ditambahkan ke sistem tiga domain dalam taksonomi, mengubahnya menjadi sistem empat domain yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan semua bentuk kehidupan di Bumi..

Pengakuan virus sebagai bentuk kehidupan yang sah juga dapat memperdalam pemahaman manusia tentang organisme yang menarik dan kompleks ini. Seperti bentuk kehidupan seluler, virus jelas memiliki agenda dan tujuan hidupnya sendiri, meskipun tujuan ini terkadang bertentangan dengan kepentingan manusia, hewan, dan tumbuhan. Fakta bahwa beberapa virus mampu memproduksi protein juga dapat menjadi faktor dalam pengobatan infeksi virus tertentu, karena obat berpotensi dirancang untuk menargetkan protein ini dan membasmi virus.

Related Posts