Apa itu Pencetakan?

Bebek bayi membentuk ikatan yang kuat dengan induknya.

Pencetakan adalah bentuk pembelajaran hewan yang terjadi pada tahap yang sangat spesifik dalam kehidupan hewan itu. Bentuknya bisa bermacam-macam, tetapi jenis yang paling terkenal mungkin adalah filial imprinting, di mana burung-burung muda belajar mengenali dan mengikuti induknya. Biasanya, selain peka terhadap waktu, jenis pembelajaran ini juga terjadi dengan sangat cepat, dengan hewan dengan cepat menyerap pelajaran yang perlu mereka pelajari.

Jejak burung ketika mereka masih sangat muda.

Selain terkenal, filial imprinting juga merupakan bentuk pembelajaran yang sangat baik dan mudah dipahami. Ketika burung muda seperti angsa, ayam, dan bebek menetas, mereka cenderung membentuk ikatan yang kuat dengan objek pertama yang mereka lihat, yang umumnya adalah induk, biasanya induknya. Akibatnya, burung-burung muda akan mengikuti induknya berkeliling, belajar mengenali anggota lain dari spesies mereka dan mengambil berbagai keterampilan hidup yang penting, mulai dari berenang hingga mencari makanan.

Banyak orang percaya bahwa pencetakan memainkan peran dalam ketertarikan seksual.

Pada tahun 1930-an, seorang peneliti bernama Konrad Lorenz menjadi sangat tertarik untuk mencetak, dan ia berhasil membuktikan bahwa angsa dan bebek benar-benar akan melekat pada benda bergerak pertama yang mereka lihat, apakah itu bebek lain atau bukan. Dia berhasil memelihara sekawanan angsa yang tercetak padanya, dan banyak foto Lorenz yang diikuti oleh sekawanan angsa dapat dilihat di berbagai publikasi untuk membuktikan keberhasilannya.

Ahli biologi yang memelihara burung muda dengan maksud untuk melepaskannya kembali ke alam liar cenderung sangat berhati-hati dengan burung-burung mereka, karena mereka tidak ingin burung mereka membekas pada mereka. Sebagai gantinya, boneka yang dirancang menyerupai burung dewasa digunakan untuk memberi makan dan berinteraksi dengan anak-anak ayam untuk memberi mereka kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup setelah dilepaskan.

Banyak orang percaya bahwa pencetakan sangat penting untuk pembangunan sosial. Burung muda yang kehilangan kesempatan untuk mencetak sering kali canggung secara sosial, dan mereka mungkin tidak mengenali anggota lain dari spesies mereka, atau mereka mungkin mengalami kesulitan untuk terlibat dalam perilaku dasar yang umum bagi spesies mereka. Proses tersebut juga tampaknya berperan dalam ketertarikan seksual dan respons lain terhadap anggota spesies yang sama.

Dalam sebuah fenomena menarik yang dikenal sebagai reverse imprinting atau Efek Westermarck, para peneliti telah menemukan bahwa orang-orang yang menghabiskan tahun-tahun awal masa kanak-kanak bersama cenderung kurang rentan terhadap ketertarikan seksual satu sama lain. Ini dapat dilihat sebagai bentuk desensitisasi, dan telah didokumentasikan di beberapa masyarakat, menunjukkan bahwa itu adalah fenomena psikologis asli, bukan fenomena budaya.

Related Posts