Apa itu Tree Spiking?

Pohon spiking dirancang untuk membuat penebangan lebih sulit.

Tree spiking adalah jenis ecotage yang dimaksudkan untuk mencegah penebang mengambil pohon. Di Amerika Serikat, itu adalah kejahatan federal, pada 1988. Sementara spiking masih dipraktekkan, itu sangat kontroversial di antara banyak aktivis lingkungan, dengan beberapa organisasi bahkan membagi pendapat dari dalam. Banyak penentang pohon spiking berpendapat bahwa praktik ini sangat berbahaya dan berpotensi sangat mengasingkan, sementara para pendukung berpendapat bahwa hal itu membuat penebangan jauh lebih sulit, sehingga membentuk metode protes yang efektif.

Ketika sebuah pohon berduri, seseorang menancapkan sepotong bahan keras seperti logam atau keramik ke dalam pohon. Pohon tersebut tidak rusak oleh aktivitas ini, karena banyak benda keras bersarang di pohon secara alami, dan pohon dapat menyesuaikan pola pertumbuhannya untuk membentuk bekas luka di area yang terkena. Namun, ketika penebang mencoba menebang pohon, paku pohon akan tersangkut pada mata gergaji, menyebabkannya patah atau pecah. Bahkan jika pohon berduri berhasil ditebang, itu masih dapat mendatangkan malapetaka di pabrik, seperti yang dilakukan pohon berduri pada tahun 1987 ketika menyebabkan mata gergaji pecah, hampir membunuh seorang pekerja pabrik.

Beberapa paku pohon mengatakan bahwa itu harus dilakukan se-etika mungkin. Idealnya, paku harus ditempatkan jauh di atas ketinggian gergaji, sehingga penebang tidak dalam bahaya. Paku harus terbuat dari kuningan atau logam non-besi lainnya, sehingga pohon itu sendiri tidak terlalu rusak. Pohon berduri juga harus ditandai dengan jelas, dan perusahaan kayu harus diberitahu bila pohon pada rencana penebangan kayu telah dibubuhi paku. Jika dilakukan dengan cara yang etis, pemadatan pohon dimaksudkan untuk memastikan bahwa penebangan tidak menguntungkan, sehingga membuat perusahaan kayu meninggalkan tegakan pohon saja.

Aktivis yang lebih radikal, bagaimanapun, tidak mempraktekkan spiking pohon secara etis. Mereka berpendapat bahwa lingkungan lebih berharga daripada potensi hilangnya nyawa manusia. Praktek ini tentu memiliki sejarah panjang; insiden spiking kembali ke akhir 1800-an, meskipun tidak dipopulerkan sampai 1980-an. Dave Forman, salah satu pendiri Earth First!, mempopulerkan praktik ini dalam sebuah buku berjudul Ecodefense , dengan alasan bahwa itu harus menjadi bagian dari gudang para aktivis lingkungan yang berkomitmen.

Ketika spiking pohon menjadi lebih luas pada akhir 1980-an, terutama di California Utara dan Oregon Selatan, beberapa aktivis menjadi prihatin dengan praktik tersebut. Beberapa cedera yang didokumentasikan menunjukkan bahwa spiking pohon berpotensi mematikan, dan banyak pencinta lingkungan khawatir bahwa spiking memberi nama buruk pada gerakan mereka. Akibatnya, banyak kelompok mengecam praktik tersebut, dengan alasan bahwa ada cara yang aman dan lebih efektif untuk menghentikan penebangan. Dalam Earth First!, anggota terpecah dalam masalah ini, dan terus berlanjut hingga hari ini.

Related Posts