Apa itu Ular Cacing?

Ular cacing mungkin terlihat seperti cacing tanah, tetapi mereka sebenarnya memakan makhluk seperti cacing tanah.

Ular cacing adalah jenis ular yang sangat mirip dengan cacing tanah. Ular ini biasanya berwarna coklat di bagian atas dengan bagian bawah berwarna merah muda dan sisik yang sangat halus. Ular cacing dapat tumbuh hingga 13 inci (33 cm), meskipun sebagian besar tidak melebihi 11 inci (28 cm). Ular ini biasanya dianggap kecil jika dibandingkan dengan kebanyakan jenis ular lainnya. Ekor ular cacing memiliki ujung yang sangat tajam, yang biasanya digunakan untuk membantu menggali di dalam tanah.

Ular cacing berasal dari Amerika Serikat bagian timur dan cukup umum, meskipun jarang terlihat oleh manusia. Tidak biasa melihat ular-ular ini di tempat terbuka karena mereka cenderung lebih suka menggali tanah, mirip dengan cacing tanah yang sangat mirip. Ular cacing lebih menyukai kondisi yang lembab, itulah sebabnya menggali tanah biasanya menguntungkan bagi mereka. Ular ini sering ditemukan di dalam kebun karena orang cenderung menjaga tanah kebun mereka tetap lembab. Saat kondisi menjadi kering, ular cacing biasanya akan pergi mencari lokasi lembab lainnya.

Ular cacing biasanya kawin di musim gugur dan bertelur selama akhir musim panas. Sebagian besar ular ini tidak bertelur lebih dari lima telur sekaligus, tetapi jarang ada kurang dari dua telur. Ular cacing betina cenderung bertelur di tempat yang tidak mencolok, seperti tumpukan daun atau di bawah batu besar. Mereka mungkin juga bertelur di dalam potongan besar kayu busuk, seperti tunggul atau batang kayu. Telur membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan hingga dua bulan untuk menetas. Dibutuhkan sekitar tiga tahun bagi ular cacing muda untuk mencapai kematangan seksual penuh.

Kebanyakan ular cacing memakan cacing, terutama cacing tanah. Ini mungkin karena mereka menghabiskan begitu banyak waktu di tanah sehingga cacing adalah mangsa yang paling mudah didapat. Selain cacing, ular cacing juga sesekali memakan serangga penggali yang mereka temui di tanah. Ular ini tidak berbisa dan tidak dianggap sebagai ancaman bagi manusia. Jika seseorang menangkap ular cacing, biasanya ia tidak akan menggigit, tetapi ia mungkin mencoba menusuk tangan seseorang dengan ujung tajam di ekornya. Ular cacing juga bisa mengeluarkan bau yang sangat kuat dan tidak enak dari kelenjar duburnya saat terancam.

Related Posts