Apa Penyebab Guntur?

Guntur adalah suara udara yang mengembang di sekitar sambaran petir.

Guntur disebabkan oleh ekspansi udara yang tiba-tiba di sekitar jalur sambaran petir. Gemuruh yang dalam dan retakan guntur yang tajam dihasilkan saat udara di sekitar sambaran petir menjadi sangat panas — hingga sekitar 54.000° Fahrenheit (sekitar 33.000° Celcius) — dan mengembang dengan cepat. Ekspansi yang cepat ini menciptakan gelombang kejut akustik yang memanifestasikan dirinya sebagai guntur. Semakin dekat kilat, semakin keras suara guntur yang terdengar.

Hujan es dapat mengiringi badai petir.

Petir adalah pelepasan listrik di atmosfer. Sambaran petir hanya membutuhkan seperseribu detik untuk pergi dari awan ke tanah atau benda yang diangkat dari tanah, kemudian naik kembali ke awan di sepanjang jalur yang sama. Pelepasan elektrostatik menaikkan udara di sekitar jalur ini ke suhu yang kira-kira lima kali lebih panas dari permukaan matahari. Ini terjadi begitu cepat sehingga udara yang dipanaskan tidak memiliki cukup waktu untuk mengembang dan menjadi terkompresi berkali-kali lipat dari tekanan atmosfer normal. Saat udara terkompresi mengembang ke luar, itu menciptakan gelombang kejut akustik yang terdengar sebagai guntur.

Apa yang Mempengaruhi Suara

Udara dengan cepat mengembang di sekitar jalur sambaran petir, menciptakan gelombang kejut akustik yang terdengar sebagai guntur.

Lokasi dan bentuk sambaran petir akan mempengaruhi bagaimana guntur terdengar bagi pendengar, seperti halnya suhu sekitar udara. Sambaran petir di dekatnya akan terdengar seperti retakan atau ledakan keras, dan petir yang agak jauh akan terdengar seperti gemuruh yang lebih panjang saat gelombang kejut memantul dari awan dan bukit. Sebuah petir bercabang juga bisa terdengar seperti gemuruh saat gelombang suara memantul satu sama lain.

Selain itu, guntur akan terdengar lebih keras ketika udara di dekat tanah lebih dingin dan udara yang lebih tinggi di atmosfer lebih hangat. Ini karena gelombang kejut akustik “terjebak” di udara dingin. Perbedaan suhu seperti itu, yang disebut inversi, cenderung terjadi pada malam hari, itulah sebabnya guntur sering terdengar lebih keras di malam hari.

Penjelasan Awal

Sebelum abad ke-20, sains tidak dapat menjelaskan suara guntur, sehingga penyebabnya menjadi banyak perdebatan. Orang Yunani awal percaya bahwa itu disebabkan oleh awan yang bertabrakan. Teori lain termasuk vakum, gas yang meledak dan uap. Thor, dewa mitologi Nordik yang dinamai menurut kata Norse Kuno untuk guntur, biasanya digambarkan memegang palu tepukan guntur.

Related Posts