Bagaimana dan Mengapa Kita Merayakan Natal?

Natal adalah festival Kristen paling penting di dunia. Hal ini diamati untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus, yang orang percaya percaya adalah Anak Allah. Lanjutkan membaca artikel ini untuk mengetahui: “Bagaimana dan mengapa kita merayakan Natal?”

Mengapa Kita Merayakan Natal? Sejarah Singkat

Meskipun ada banyak interpretasi, cerita tradisional Natal adalah bahwa orang tua Yesus Kristus – Yusuf dan Maria – tiba di Betlehem tetapi tidak dapat menemukan tempat tinggal, memaksa mereka untuk mengurung diri di kandang atau gudang tempat Yesus dilahirkan.. Dan narasi tradisional ini disebut sebagai Kelahiran Yesus.

Hari ini Natal dirayakan oleh orang-orang dari semua agama, baik Kristen maupun non-Kristen. Sementara bagi umat Kristiani, Natal memiliki makna religius, bagi yang lain (non-Kristen), Natal hanyalah sebuah liburan untuk dinikmati.

Natal adalah waktu yang ideal sepanjang tahun bagi teman dan keluarga untuk berkumpul dan berbagi kegembiraan dan kebahagiaan. Orang-orang, terutama anak-anak, mengantisipasi Natal karena ini adalah waktu untuk menerima dan memberi hadiah.

Perayaan Natal

Perayaan dimulai pada Malam Natal, yaitu 24 Desember dalam kalender Gregorian. Hari berikutnya adalah Hari Natal (hari libur utama), yang diperingati pada tanggal 25 Desember. Hari ketiga dikenal sebagai Boxing Day, dan itu terjadi satu hari setelah Natal, pada tanggal 26 Desember.

Natal dirayakan dengan berbagai cara di lebih dari 160 negara dan oleh miliaran orang. Dekorasi Natal secara tradisional dimulai dengan rumah yang dihiasi dengan bintang dan lampu warna-warni, pohon Natal, dan tempat tidur bayi.

Setelah perayaan Natal, kue dan kue disiapkan. Selain itu, orang-orang menyanyikan lagu-lagu Natal untuk mengekspresikan kegembiraan dan kebahagiaan mereka atas kedatangan Yesus Kristus.

Anak-anak diberikan pertimbangan khusus selama festival ini, karena mereka menerima hadiah dari orang tua, anggota keluarga, dan kerabat mereka, serta dari Sinterklas (yang kemungkinan besar hanya anggota keluarga yang menyamar sebagai Sinterklas, karena Sinterklas tidak nyata), yang telah mengembangkan status mitos selama bertahun-tahun.

Anak-anak mengantisipasi kedatangan Santa Claus, yang mereka yakini akan membawakan mereka hadiah dengan turun dari cerobong asap dan meletakkannya langsung di bawah pohon Natal pada malam Natal.

Topik Serupa