Bagaimana Flamingo Diadaptasi untuk Habitatnya?

Flamingo hidup di laguna pantai yang asin.

Flamingo telah ada dalam beberapa bentuk setidaknya sejak 30 juta tahun yang lalu, dan selama periode ini, mereka telah beradaptasi dengan berbagai cara unik ke habitatnya. Mereka hidup di laguna pantai yang dalam dan asin, lingkungan yang keras yang hanya didiami oleh beberapa burung atau hewan lain. Predator mengalami kesulitan mencapai flamingo di habitat aslinya, dan burung-burung ini tidak bersaing dengan banyak hewan lain untuk mendapatkan makanan dan sumber daya, karena mereka dapat mentolerir kondisi yang tidak dapat ditoleransi oleh makhluk lain. Saat flamingo beradaptasi, mereka juga menyebar, memperluas habitatnya ke daerah baru yang tidak dihuni oleh makhluk lain. Untuk bertahan hidup dalam kondisi ini, burung telah berevolusi untuk mengembangkan leher panjang, kaki panjang, paruh unik, dan metode makan yang tidak biasa.

Leher, Kaki dan Kaki

Leher dan kaki mereka yang panjang memungkinkan flamingo berdiri di air yang dalam.

Kaki panjang adalah ciri umum burung yang mengarungi, seperti juga leher panjang, tetapi flamingo memiliki kaki dan leher terpanjang, relatif terhadap ukuran tubuh, dari burung mana pun. Hal ini memungkinkan mereka untuk berdiri di air yang relatif dalam, di mana mereka dapat mengaduk lumpur di bagian bawah untuk mendapatkan makanan. Mereka juga mampu mencapai jauh ke dalam air dengan leher panjang mereka untuk memberi makan.

Burung memiliki kaki yang lebar dan berselaput, yang memungkinkan mereka untuk tetap stabil di permukaan yang lembut atau tidak rata seperti lumpur. Ketika flamingo masuk ke air yang terlalu dalam untuk berdiri, mereka mengapung di permukaan, menggunakan kaki berselaput yang kuat untuk menjaga diri dan mengarahkan diri ke kemungkinan sumber makanan.

Paruh dan Makan

Kemampuan untuk minum air asin memungkinkan flamingo untuk beradaptasi dengan habitatnya.

Salah satu cara unik flamingo beradaptasi adalah dalam struktur paruh dan mulutnya. Burung-burung menenggelamkan kepala mereka secara terbalik di dalam air untuk memberi makan, dan rahang dibuat terbalik untuk mengakomodasi hal ini — tidak seperti burung atau mamalia lainnya, rahang bawah tetap dan bagian atas bergerak. Struktur internal dari mulut telah berevolusi untuk makan di air berlumpur. Tepi bagian dalam paruh dilapisi dengan deretan bulu kecil yang disebut lamellae yang memungkinkan mereka menyaring air dengan memaksa lumpur, lumpur, dan kotoran keluar menggunakan lidah berotot mereka. Daun ini makanan bergizi, yang terdiri dari moluska, cacing, krustasea dan ikan kecil. Ini adalah pigmen di beberapa krustasea yang memberi flamingo warna merah muda yang khas.

Minum

Seekor flamingo.

Adaptasi lain yang berguna dalam flamingo adalah kemampuan mereka untuk minum air panas dan asin. Selama makan normal, burung mengambil air asin, dan mereka juga akan meminumnya. Mereka mampu mengeluarkan kelebihan garam melalui kelenjar khusus di sebelah paruh mereka.

Adaptasi ini sangat tidak biasa di antara burung, dan memungkinkan flamingo untuk tinggal di laguna asin terbuka untuk waktu yang lama untuk menghindari pemangsa, karena mereka tidak perlu sering mencari air tawar. Namun, burung-burung ini membutuhkan air tawar, dan dalam beberapa kasus, satu-satunya sumber adalah dari mata air panas. Luar biasa, mereka mampu minum air pada suhu yang sangat tinggi.

Perilaku sosial

Flamingo paling sering hidup di daerah lahan basah.

Flamingo hidup dalam koloni besar yang mungkin berisi puluhan ribu burung individu. Seperti hewan lain yang hidup dalam koloni atau kawanan, ini memberikan perlindungan dari pemangsa. Burung-burung itu rentan saat memberi makan, tetapi dalam kelompok yang begitu besar, beberapa individu akan waspada terhadap ancaman apa pun dan akan memperingatkan kawanan tentang bahaya. Flamingo berkomunikasi dengan menyuarakan dan orang tua belajar mengenali panggilan anak ayam mereka, memungkinkan mereka untuk ditemukan ketika orang tua sedang mencari makanan.

Related Posts