Bagaimana Saya Mengatasi Air Keras di Akuarium?

Meskipun air sadah mungkin berbahaya, banyak ikan yang dimiliki secara umum dapat beradaptasi dan dapat bertahan dari tekanan lingkungan yang ditimbulkannya.

Perkembangan air keras dalam akuarium merupakan kejadian umum bagi pemilik akuarium. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar mineral yang masuk ke dalam air, biasanya dari bahan lain di dalam akuarium. Seringkali, solusi terbaik adalah membiarkan air dan aksesori di dalam akuarium apa adanya. Membersihkan air sadah biasanya dianjurkan karena, seiring waktu, keadaan ini dianggap merusak ikan yang hidup di akuarium.

Sebagian besar toko hewan peliharaan menjual bahan kimia yang dapat membuat air sadah lebih ramah bagi ikan.

Dalam kebanyakan kasus air sadah di akuarium, seringkali tidak perlu bahan kimia ditambahkan ke air untuk menentukan kesadahan air. Akumulasi detritus di sepanjang garis air akan mudah terlihat dan merupakan tanda air sadah. Untuk menghilangkan potensi bahaya ini, filtrasi reverse osmosis dapat digunakan. Filter reverse osmosis memungkinkan pemilik akuarium untuk menghilangkan sejumlah besar ion dan molekul dari air. Proses ini melibatkan mengalirkan air di dalam tangki melalui filter.

Sebagian besar toko hewan peliharaan dengan fokus pada kehidupan laut menjual aditif khusus yang dimaksudkan untuk mengembalikan keseimbangan dan mengurangi kandungan mineral yang tinggi dari air sadah di akuarium. Terlepas dari kenyataan bahwa aditif secara kimiawi mampu melawan tingkat mineral dan seharusnya mengembalikan keseimbangan, mereka mungkin bukan solusi terbaik. Air dapat menjadi tidak stabil, dan ini dapat membawa bahaya lebih lanjut bagi ikan atau hewan peliharaan lain di akuarium.

Tidak seperti air biasa, air sadah memiliki konsentrasi ion kalsium dan magnesium yang tinggi, yang bertanggung jawab atas sampah yang menumpuk di permukaan air akuarium. Mengukur konsentrasi ion kalsium dan magnesium secara teratur adalah cara yang efisien untuk menentukan kesadahan sampel air. Prosedur ini umumnya dikenal sebagai titrasi dan dilakukan dengan menggunakan Ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA), indikator khusus yang biasanya perlu distandarisasi sebelum ditambahkan ke sampel.

Biasanya penggemar akuarium tidak perlu panik jika menemukan tanda-tanda peringatan air sadah. Kerang dan banyak organisme laut dapat bertanggung jawab atas proses alami ini. Meskipun air sadah mungkin berbahaya, banyak ikan yang dimiliki umumnya dapat beradaptasi dan dapat bertahan dari tekanan lingkungan yang ditimbulkan oleh air sadah di akuarium untuk beberapa waktu. Menyaring atau mengganti air biasanya merupakan cara yang efektif untuk mencegah kerusakan pada ikan atau makhluk lain, sambil memulihkan keseimbangan kimia untuk menjaga lingkungan yang aman secara berkelanjutan.

Related Posts