Contoh Id, Ego, dan Superego

Id, ego, dan superego adalah nama untuk tiga bagian kepribadian manusia yang merupakan bagian dari teori kepribadian psikoanalitik Sigmund Freud. Menurut Freud, ketiga bagian ini bergabung untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks. Mari kita lihat beberapa contoh id, ego, dan superego.

Contoh Id, Ego, dan Superego Contoh Id, Ego, dan Superego

Id: Memenuhi Kebutuhan Dasar

Id adalah bagian paling dasar dari kepribadian. Ini juga mewakili dorongan kita yang paling kebinatangan, seperti keinginan akan makanan dan seks. Id mencari kepuasan instan untuk keinginan dan kebutuhan kita. Jika kebutuhan atau keinginan ini tidak terpenuhi, seseorang bisa menjadi tegang, cemas, atau marah.

  • Selly haus. Alih-alih menunggu server mengisi ulang gelas airnya, dia meraih ke seberang meja dan minum dari gelas air Mr. Smith, yang sangat mengejutkannya.
  • Seorang bayi yang lapar menangis sampai dia diberi makan.
  • Seorang balita yang menginginkan satu porsi makanan penutup merengek tak henti-hentinya sampai dia diberi satu porsi lagi.
  • Saat mengantre di salad bar, Amy sangat lapar sehingga dia memasukkan segenggam crouton ke mulutnya sambil menunggu antrian bergerak.
  • Bart terjebak macet. Dia hanya ingin kendaraannya bergerak! Marah pada situasi itu, Bart menarik mobilnya ke bahu dan melaju ke depan, tidak peduli bahwa dia memotong kaca spion orang ketika dia mencoba untuk mendahului mobil di depannya.

Ego: Berurusan dengan Realitas

Ego berurusan dengan realitas, mencoba memenuhi keinginan id dengan cara yang dapat diterima secara sosial di dunia. Ini mungkin berarti menunda kepuasan dan membantu menghilangkan ketegangan yang dirasakan id jika keinginan tidak segera terpenuhi. Ego menyadari bahwa orang lain memiliki kebutuhan dan keinginan juga, dan menjadi egois tidak baik dalam jangka panjang.

  • Selly haus. Namun, dia tahu bahwa servernya akan segera kembali untuk mengisi ulang gelas airnya, jadi dia menunggu sampai saat itu untuk minum, meskipun dia sebenarnya hanya ingin minum dari gelas Mr. Smith.
  • Saat mengantre di salad bar, Amy benar-benar ingin memasukkan segenggam crouton ke dalam mulutnya. Namun, karena bosnya ada di sana, dia memutuskan untuk menunggu satu atau dua menit lagi sampai dia duduk untuk makan.
  • Mary benar-benar ingin meminjam kalung ibunya, tetapi tahu ibunya akan marah jika dia mengambilnya tanpa meminta, jadi dia bertanya kepada ibunya apakah dia bisa memakainya.
  • Hillary sangat berkeringat setelah berolahraga sehingga dia ingin mengganti pakaiannya di dekat mobil. Namun, dia tahu orang lain di sekitarnya tidak akan setuju, jadi dia menunggu sampai dia berada di kamar kecil untuk berganti pakaian.
  • Tim benar-benar ingin memarahi Mark atas apa yang baru saja dia katakan. Namun, Tim tahu jika dia memukul Mark, dia akan dikeluarkan dari tim bisbol, dan karena dia menyukai bisbol, dia melepaskan tinjunya dan pergi.

Superego: Menambah Moral

Superego berkembang terakhir, dan didasarkan pada moral dan penilaian tentang benar dan salah. Meskipun superego dan ego dapat mencapai keputusan yang sama tentang sesuatu, alasan superego untuk keputusan itu lebih didasarkan pada nilai-nilai moral, sedangkan keputusan ego lebih didasarkan pada apa yang akan dipikirkan orang lain atau apa konsekuensi dari suatu tindakan. individu.

  • Sarah tahu dia bisa mencuri persediaan dari pekerjaan dan tidak ada yang akan tahu tentang itu. Namun, dia tahu bahwa mencuri itu salah, jadi dia memutuskan untuk tidak mengambil apa pun meskipun dia mungkin tidak akan pernah tertangkap.
  • Maggie tidak bisa mengingat jawaban soal ujian #12, meskipun dia sudah belajar. Nate adalah anak terpandai di kelas, dan dari tempat Maggie duduk, dia bisa melihat jawabannya jika dia menoleh sedikit. Ketika Bu Archer berbalik, Maggie hampir selingkuh, tetapi hati nuraninya menghentikannya karena dia tahu itu salah. Sebagai gantinya, Maggie menebak jawabannya dan kemudian menyerahkan kertasnya.
  • Kasir hanya menagih pasangan untuk satu kali makan meskipun mereka sudah makan dua. Mereka bisa saja lolos dengan hanya membayar satu, tetapi mereka menunjukkan kesalahan kasir dan menawarkan untuk membayar kedua makanan itu. Mereka ingin jujur ​​dan mereka tahu bahwa pemilik dan karyawan restoran perlu mencari nafkah.
  • Di taman bermain, dua anak mengolok-olok Joseph karena dia berkacamata. John tergoda untuk bergabung agar dia bisa membuat dirinya terlihat baik, tetapi ketika dia memikirkan betapa buruknya perasaan Joseph, dia tahu bahwa dia tidak bisa.
  • Will telah bekerja keras sepanjang musim untuk memecahkan rekor sekolah di lintas alam. Selama balapan terakhirnya, ia memiliki kesempatan untuk mengambil jalan pintas dan karenanya mengurangi waktunya, karena tidak ada ofisial yang mengawasi bagian lintasan tersebut. Meskipun dia ingin memecahkan rekor sekolah, Will tahu dia tidak akan merasa nyaman dengan dirinya sendiri jika dia menyontek, jadi dia tetap pada jalurnya dan berlari secepat yang dia bisa.

Id, Ego, dan Superego

Id, ego, dan superego bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia. Id menciptakan tuntutan, ego menambahkan kebutuhan realitas, dan superego menambahkan moralitas pada tindakan yang diambil.

Meskipun masing-masing unsur ini membentuk perilaku manusia, mereka juga merupakan beberapa karakter favorit kita dalam buku yang kita baca. Lihatlah daftar contoh sifat karakter ini untuk melihat apa yang ingin Anda sertakan dalam cerita pendek atau novel Anda berikutnya.

Related Posts