Contoh Kepadatan untuk Zat & dalam Kehidupan Nyata

Massa jenis adalah ukuran seberapa erat atau longgar suatu zat tertentu dikemas ke dalam volume tertentu. Udara, misalnya, kepadatannya rendah, jauh lebih rendah daripada jaringan manusia, itulah sebabnya kita bisa melewatinya. Hal yang sama tidak berlaku untuk granit. Jangan mencoba berjalan melewati granit. Ini buruk untukmu.

Minyak dan cuka dituangkan ke dalam mangkuk sebagai contoh kepadatan Minyak dan cuka dituangkan ke dalam mangkuk sebagai contoh kepadatan

Massa jenis adalah salah satu sifat dasar ilmu fisika. Fisika, kimia, dan bahkan biologi memerlukan pemahaman yang jelas tentang apa itu kepadatan dan bagaimana menghitungnya.

rumus kepadatan

Kepadatan dihitung sesuai dengan rumus sederhana:

  • p=M/v

Artinya, kerapatan (p) sama dengan massa total (M) dibagi volume total (v). Rumus ini dapat digunakan untuk menentukan massa jenis zat apa pun. Satuan umum untuk pengukuran massa jenis termasuk gram (g), mililiter (ml), atau gram per sentimeter kubik. Misalnya, jika ada 50 gram zat tertentu dalam sentimeter kubik, kerapatan satuan itu adalah 50g/mm3.

Kepadatan dapat bervariasi sesuai dengan suhu dan tekanan. Menerapkan tekanan ke suatu objek mengurangi volume, yang kemudian meningkatkan kepadatan. Peningkatan suhu suatu benda hampir selalu menurunkan kerapatannya dengan meningkatkan volumenya.

Dengan memanaskan bagian bawah volume, terutama volume cairan seperti cairan atau gas, konveksi menyebabkan zat naik, sehingga meningkatkan volume. Variasi suhu biasanya kecil dalam padatan dan sebagian besar cairan, tetapi jauh lebih besar dalam gas. Singkatan yang perlu diketahui adalah:

  • NTP : Suhu dan Tekanan Normal. Sama dengan 20 derajat C (68 F) dan 1 atmosfer tekanan. Contoh kita di bawah semuanya ada di NTP.
  • STP : Suhu dan Tekanan Standar. Sama dengan 0 derajat C (32 F) dan 1 atmosfer tekanan.

Tekanan dan suhu standar ini memungkinkan untuk memastikan kepadatan yang sama sedang digunakan terlepas dari aplikasinya.

Contoh Kepadatan Sehari-hari

Contoh kerapatan relatif, atau kerapatan berbeda dalam zat yang berbeda, terjadi sepanjang kehidupan sehari-hari.

  • Dalam tumpahan minyak di laut, minyak naik ke atas karena kurang padat daripada air, menciptakan lapisan minyak di permukaan laut.
  • Gelas styrofoam kurang padat daripada cangkir keramik, sehingga cangkir styrofoam akan mengapung di air dan cangkir keramik akan tenggelam.
  • Kayu umumnya mengapung di atas air karena kurang padat daripada air. Batuan, umumnya lebih padat daripada air, biasanya tenggelam. Contoh nyata ini menggambarkan kekuatan sains dalam kehidupan nyata. Banyak kayu keras yang banyak digunakan, seperti kayu hitam, mahoni dan lignum vitae, cukup padat untuk tenggelam dalam air, dan beberapa batu, seperti batu apung, cukup ringan untuk mengapung. Secara ilmiah, yang penting bukanlah fakta bahwa yang satu adalah kayu dan yang lainnya adalah batu. Yang penting adalah kepadatan relatif zat.
  • Balon helium naik karena helium kurang padat daripada udara di sekitarnya. Seiring waktu, helium lolos dari balon dan digantikan oleh udara, menyebabkannya tenggelam.
  • Minyak mengapung di atas cuka karena densitasnya lebih rendah.

Zat dan Kepadatannya

Berikut ini adalah contoh massa jenis berbagai zat dalam gram per sentimeter kubik, yang diukur pada suhu kamar dan tekanan 1 atmosfer (NTP).

gas

Kepadatan gas sangat dipengaruhi oleh tekanan dan suhu. Ini semua telah diukur pada suhu kamar dan tekanan 1 atmosfer. Hasil disajikan dalam gram per sentimeter kubik.

Zat

Kepadatan (g/cm^3)

Zat

Kepadatan (g/cm^3)

Udara

0,001293

metana

0,0006

Amonia

0,000771

Neon

0,0009

Argon

0,0017

Nitrogen

0,00125

Karbon dioksida

0,00198

Nitrogen monoksida

0,001251

Karbon monoksida

0,00125

Dinitrogen oksida

0,0018

Klorin

0,0032

Oksigen

0,00143

Fluor

0,0017

Ozon

0,0021

Helium

0,00018

Radon

0,01

Hidrogen

0,00009

Sulfur monoksida

0,003

kripton

0,0037

Xenon

0,0053

cairan

Zat-zat ini berbentuk cair pada suhu kamar. Sebagai aturan, mereka kurang terpengaruh oleh tekanan dan suhu daripada gas, tetapi masih ada perbedaan yang dapat diukur. Ini adalah densitasnya dalam gram per sentimeter kubik pada suhu kamar dan tekanan 1 atmosfer.

Zat

Kepadatan (g/cm^3)

Zat

Kepadatan (g/cm^3)

Asam asetat (cuka)

1.049

Minyak tanah

0.201

Amonia

0,771

Air raksa

13,593

butana

0,599

metanol

0,791

asam sitrat

1.660

Asam sendawa

1.420

Sirup jagung

38.000

Oktan

0,699

Minyak mentah

0,790

Parafin

0,800

Eter

0,714

propana

0,494

Bensin

0,749

Minyak tusam

0,868

Gliserin

1.259

Air

1.000

alkohol isopropil

0,786

Minyak ikan paus

0,925

padatan

Zat-zat ini padat pada suhu dan tekanan normal. Padatan umumnya paling sedikit mengalami perubahan tekanan dan suhu relatif terhadap keadaan materi lainnya, tetapi perubahan kecil masih tetap berubah. Saat melakukan pengukuran, selalu pastikan untuk memeriksa suhu dan tekanan.

Zat

Kepadatan (g/cm^3)

Zat

Kepadatan (g/cm^3)

Aluminium

2.70

Platinum

21.45

lilin lebah

0,961

plutonium

19.84

Bismut

9.78

Karet

1.506

Kardus

0,689

Perak

10.49

Besi cor

7.208

Uranium

19.05

Memimpin

11.389

kaca jendela

2.579

Kulit

0,946

Kayu (balsa)

0.160

Batu kapur

2,739

Kayu (ek)

0,77

Linolium

1.180

Kayu (eboni)

1.33

Magnesium

1.738

Seng

7.140

Kepadatan: Subjek yang Berbobot

Massa jenis adalah salah satu sifat fisik dasar dari setiap zat. Memahami apa itu dan bagaimana menghitungnya sangat penting di hampir setiap bidang ilmiah, terutama ilmu material, teknik, dan disiplin apa pun yang terkait dengan manufaktur.

Tahukah Anda bahwa sifat reflektif suatu permukaan disebut albedonya, dan bahwa beberapa permukaan memiliki albedo yang sangat tinggi sehingga berbahaya untuk dilihat? Untuk lebih banyak fakta dan dasar, bacalah contoh sifat fisik dan contoh notasi ilmiah ini.

Related Posts