Apa itu Istirahat Kontrol?

Istirahat kontrol adalah perubahan kategori dalam database untuk memungkinkan komputer menghitung subtotal. Istirahat kontrol dapat diperlukan untuk jenis operasi tertentu yang memerlukan logika untuk memecah informasi menjadi potongan-potongan yang berarti. Manusia dapat dengan cepat menemukan jeda alami dalam tabel informasi dan memprosesnya, tetapi komputer membutuhkan petunjuk. Pemrogram dapat menyisipkan jeda pada berbagai interval, dan pengguna dapat membuatnya sendiri selama sesuai dengan parameter program.

Pria memegang komputer

Dalam contoh sederhana, sebuah perguruan tinggi mungkin memelihara database siswa saat ini. Staf mungkin ingin dapat menyortir data ini dalam beberapa cara berbeda. Mereka dapat meminta rincian siswa berdasarkan negara bagian, provinsi, atau negara, misalnya. Mereka mungkin ingin melihat jumlah siswa pada tahun tertentu, orang pada jurusan tertentu, dan sebagainya. Istirahat kontrol dapat membuat kategori terpisah dalam database untuk memungkinkan komputer melakukan ini.

Pembuatan kategori bersarang dimungkinkan. Dalam database siswa, misalnya, satu pemutusan kendali dapat dilakukan oleh kabupaten atau unit serupa pemerintah daerah, dengan yang lain menurut negara bagian atau provinsi, dan pemutusan kendali terakhir menurut negara. Personil dapat meminta subtotal pada setiap jeda kontrol yang berbeda; misalnya, mereka mungkin ingin tahu bahwa dari 150 siswa dari Amerika Serikat, 70 berasal dari Mississippi. Memiliki jeda di tingkat nasional dan negara bagian memungkinkan komputer mengembalikan data ini.

Ini dapat berguna dalam berbagai macam basis data, mulai dari program pembukuan hingga catatan judul dan akta. Istirahat kontrol memungkinkan manajemen basis data terperinci dalam satu basis data, tanpa perlu membuat file dan entri baru untuk menyortir berbagai jenis informasi. Hal ini memungkinkan proses analitis. Akuntan yang menyiapkan laporan tahunan, misalnya, dapat menghitung total keuntungan dan kerugian per kuartal, sektor bisnis, dan parameter lainnya.

Program database mungkin memiliki jeda kontrol yang dibangun secara otomatis oleh desainer, dan pengguna dapat menambahkan lebih banyak, jika mereka mengikuti sintaks khusus program. Penting untuk memastikan jeda kontrol mencakup bidang yang diinginkan, karena penyertaan yang tidak disengaja dapat membuat kesalahan. Orang mungkin juga ingin memikirkan tentang bagaimana orang lain dapat menggunakan dan mengatur data saat mereka mengatur jeda kontrol. Perencanaan awal dapat mengurangi risiko masalah yang mungkin mempersulit akses database dan mengekstrak informasi yang diperlukan di masa mendatang.

Related Posts