Apakah Contoh Gelombang Longitudinal dalam kehidupan nyata

Gelombang longitudinal adalah gelombang di mana partikel-partikel medium merambat di sepanjang arah gerakan. Secara sederhana, partikel bergerak sepanjang arah gerakan atau gelombang. Mereka terdiri dari rapatan (ketika partikel / gelombang bergerak berdekatan satu sama lain) dan regangan (ketika partikel / gelombang menjauh). Mereka membutuhkan media untuk bergerak.

Mari kita telusuri contoh gelombang Longitudinal dalam kehidupan kita sehari-hari:

1. Berbicara di mikrofon

Gelombang suara adalah contoh signifikan dari gelombang longitudinal. Ketika seorang pembicara berbicara beberapa kata di depan mikrofon, dia mengudara ribuan kali per detik pada frekuensi yang berbeda. Partikel-partikel suara berjalan bersama dengan partikel-partikel udara dan memasuki mik untuk menghasilkan suara.

2. Bertepuk tangan

Ketika kita bertepuk tangan saat menyanyikan lagu ulang tahun atau pada kesempatan lain, tahukah Anda, apa yang membuat tangan kita menghasilkan suara tepuk tangan yang akrab. Ketika kita bertepuk tangan, kita menekan dan memindahkan partikel udara di antara tangan kita selama beberapa detik, yang menghasilkan suara tepukan yang kita kenal.

3. Drumhead Getar

Kita semua terbiasa dengan suara drum, dan kebanyakan dari kita juga mencoba memukul drum dengan ketukan yang berbeda. Ketika memukul drum dengan palu, kepala drum bergetar dan menghasilkan gelombang suara. Gelombang suara dihasilkan karena kepala drum bergerak ke luar dan ke dalam, membuat partikel udara bergerak (bergetar) dalam arah yang sama.

4. Gelombang Tsunami

Tsunami menyebabkan kerusakan pada wilayah pesisir dan itulah sebabnya orang yang berada di wilayah pesisir takut terhadapnya. Kebanyakan orang berpikir bahwa gelombang laut adalah gelombang transversal ketika naik dan turun. Namun, gelombang laut, termasuk Tsunami, adalah contoh gelombang transversal maupun longitudinal. Ketika gelombang mencapai pantai atau area yang lebih kecil, mereka menjadi lebih kecil dan lebih tipis, dan partikel air bergerak sejajar dengan gelombang, sehingga membuatnya menjadi gelombang longitudinal.

5. Gempa Bumi (gelombang Seismik-P)

Dikatakan bahwa hewan dapat merasakan gelombang gempa jauh sebelum manusia. Mereka memiliki kemampuan untuk merasakan gelombang P seismik, yang berjalan hanya di bagian dalam bumi. Bahkan manusia dapat merasakan sedikit benturan dan gelombang dari gelombang ini, tetapi sebagian besar tidak terlalu diperhatikan oleh kita. Gelombang P adalah yang tercepat, dan membutuhkan media untuk bergerak (padat dan cair). Gelombang ini menyebabkan bagian dalam bumi (lempeng tektonik) bergerak bolak-balik secara longitudinal, yang mengarah ke gelombang permukaan (gelombang S seismik), yang bisa kita rasakan.

6. Getaran di Panel Jendela setelah Guntur

Kapan saja hujan turun deras, dan guntur di sana, Anda mungkin telah memperhatikan getaran di panel jendela rumah Anda; itu terjadi karena gelombang suara. Petir menyebabkan peningkatan tekanan udara dan suhu, yang menciptakan gelombang kejut suara yang kita dengar seperti ledakan keras dan menyebabkan panel jendela kita bergetar.

7. Woofer Musik

Pernahkah Anda memperhatikan pergerakan kerucut woofer; bergerak masuk dan keluar atau pernah merasakan tekanan udara di tangan Anda ketika Anda mencoba untuk menutup mulut woofer? Itu karena Woofer bekerja pada fenomena gelombang longitudinal. Mereka memindahkan partikel udara masuk atau keluar, menghasilkan suara.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *