Contoh koloid

Koloid adalah campuran zat yang berada di antara larutan dan suspensi dan yang partikelnya memiliki ukuran antara 10 dan 100 nanometer. Kata koloid berasal dari bahasa Yunani kolas yang berarti “tetap”.

Karena itu, ketika merujuk pada suatu koloid, itu karena kita berbicara tentang sekumpulan partikel yang ditandai oleh kemudahan mereka untuk bergabung dan betapa sulitnya untuk memisahkannya.

Koloid juga menerima nama lain seperti larutan koloid, dispersi koloid atau zat koloid.

Karakteristik koloid

Koloid ditandai dengan terbentuknya, secara umum, oleh partikel mikroskopis yang sulit dilihat dengan mata kasar, namun, kadang-kadang mereka juga dapat dibuat dari partikel makroskopik yang lebih mudah untuk diamati.

Koloid terutama ditandai dengan hasil dari campuran yang dilakukan dalam dua fase: fase terdispersi dan fase pendispersi atau pendispersi.

Campuran atau zat yang dihasilkan ini, terutama jika bersifat cair, tidak mudah berpisah, sehingga terkadang kita perlu menggunakan metode koagulasi.

Fase Koloid

Fase terdispersi: fase ini terdiri dari partikel-partikel itu, berukuran lebih kecil atau lebih besar, yang tersuspensi dalam cairan, yang dapat bertindak secara independen atau bersama-sama dengan partikel lain.

Sebagai contoh, mereka dapat menjadi elemen padat yang dapat diamati melalui mikroskop.

Fase dispersi: fase ini adalah zat yang mengandung partikel koloid yang didistribusikan. Beberapa contoh koloid ini adalah campuran homogen yang hasilnya: gel, aerosol, busadan lainnya.

Namun, itu juga bisa menjadi partikel yang dapat dilihat tanpa menggunakan peralatan khusus. Misalnya, debu yang tersuspensi dapat diamati, melalui cahaya, mengambang di udara.

Kabut juga merupakan jenis koloid yang, dalam fase pendispersinya, berada dalam keadaan gas terlarut, tetapi dalam fase terdispersinya dalam keadaan cair.

Contoh koloid

Koloid dapat mengambil keadaan fisik dan kimia yang berbeda tergantung pada fase mereka.

Misalnya, emulsi adalah cairan yang terdiri dari seperangkat partikel koloid dalam fase pendispersinya. Namun, dalam fase terdispersinya ia tetap sebagai zat cair dan susu atau mayones dapat diperoleh.

Contoh lain, aerosol cair dalam fase dispersan adalah zat gas tetapi, dalam fase terdispersinya itu menjadi cair dan dapat diubah menjadi awan atau kabut.

Busa dalam fase pendispersi memiliki komposisi cair, tetapi dalam fase terdispersi mereka diubah menjadi gas dan zat-zat seperti busa sabun atau krim kocok dihasilkan, antara lain.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *