Membran sel – karakteristik, fungsi, struktur

Kami menjelaskan apa itu membran sel dan beberapa karakteristiknya. Selain itu, fungsi dan struktur lapisan lipid ini.

Apa itu membran sel?

Lapisan ganda lipid yang mengelilingi dan membatasi sel disebut membran sel, membran plasma, plasmalemma atau membran sitoplasma, memisahkan bagian dalam dari bagian luar dan memungkinkan keseimbangan fisik dan kimia antara lingkungan dan sitoplasma sel. Merupakan bagian terluar dari sel.

Membran ini tidak terlihat di bawah mikroskop cahaya (ya untuk mikroskop elektron), karena memiliki ketebalan rata-rata 7,3 nm3 dan terletak, di sel tumbuhan dan jamur, di bawah dinding sel.

Ciri utama membran sel adalah permeabilitas selektifnya, yaitu kemampuannya untuk mengizinkan atau menolak masuknya molekul tertentu ke dalam sel, sehingga mengatur lewatnya air, nutrisi atau garam ionik, sehingga sitoplasma selalu berada di tempatnya. kondisi optimal potensial elektrokimia (bermuatan negatif), pH atau konsentrasi.

Dari sini, dua proses dasar penyerapan (endositosis) atau pengusiran (eksositosis) zat dari sel dapat terjadi, yang juga memungkinkan pelepasan bahan sisa metabolisme.

Ini terjadi melalui pembentukan vesikel pada membran sel yang, tergantung pada apakah mereka masuk atau keluar, memungkinkan bahan yang diinginkan larut dalam sitoplasma atau, sebaliknya, di lingkungan.

Yang terakhir ini sangat penting dalam kasus sel-sel tertentu dan organisme uniseluler yang menelan (membungkus membrannya) bahan untuk nutrisi mereka atau agen-agen yang harus dikeluarkan dari tubuh (seperti dalam kasus limfosit atau sel darah putih).

Fungsi membran sel

Membran sel memenuhi fungsi-fungsi berikut:

  • Pembatasan. Ini mendefinisikan dan melindungi sel secara mekanis, membedakan bagian luar dari dalam dan satu sel dari yang lain. Selain itu, ini adalah penghalang pertahanan pertama melawan agen penyerang lainnya.
  • Administrasi. Selektivitasnya memungkinkannya memberi jalan pada zat yang diinginkan di dalam sel dan menolak masuknya zat yang tidak diinginkan, berfungsi sebagai komunikasi antara luar dan dalam dan pada saat yang sama sebagai fiskal transit tersebut.
  • Kelestarian. Melalui pertukaran cairan dan zat, membran memungkinkan konsentrasi air dan zat terlarut lainnya dalam sitoplasma tetap stabil, tingkat pH dan muatan elektrokimianya konstan.
  • Komunikasi. Membran dapat bereaksi terhadap rangsangan dari luar, mentransmisikan informasi ke bagian dalam sel dan menggerakkan proses tertentu seperti pembelahan sel, pergerakan sel atau pemisahan zat biokimia.

Struktur membran sel

Membran sel terdiri dari dua lapisan lipid amfipatik, yang kepala kutub hidrofiliknya (afinitas untuk air) berorientasi ke dalam dan ke luar sel, menjaga bagian hidrofobiknya (yang menolak air) dalam kontak, dengan cara yang mirip dengan sandwich. Lipid ini terutama kolesterol, tetapi juga fosfogliserida dan sfingolipid.

Ini juga memiliki 20% protein integral dan perifer, yang memenuhi fungsi koneksi, transportasi, dan katalisis. Berkat mereka ada juga pengenalan sel, suatu bentuk komunikasi biokimia.

Dan terakhir, membran sel memiliki komponen karbohidrat (gula), baik polisakarida maupun oligosakarida, yang terdapat di bagian luar membran, membentuk glikokaliks. Gula ini hanya mewakili 8% kering dari berat total membran, dan berfungsi sebagai bahan pendukung dan sebagai pengidentifikasi dalam komunikasi antar sel.

Related Posts