Contoh proteksionisme

Doktrin yang mengutamakan produksi nasional daripada produksi asing dikenal sebagai proteksionisme ekonomi.

Tujuan proteksionisme adalah untuk melindungi produksi nasional dari semua orang yang memperdebatkan perolehan produk di luar negeri. Untuk melakukan ini, berlaku aturan tertentu seperti pajak, tarif, kuota dan jenis aturan pemerintah lainnya yang memajukan industri nasional.

Karakteristik proteksionisme

Ciri-ciri proteksionisme adalah sebagai berikut:

  • Ini mendorong pertumbuhan perusahaan nasional.
  • Ini mengkondisikan perdagangan luar negeri melalui pajak, kuota dan metode lain untuk melindungi impor produk.
  • Akarnya berasal dari komersialisme.
  • Cobalah untuk mencapai kemandirian.

Jenis proteksionisme

Kita dapat mengklasifikasikan 4 jenis proteksionisme: sosial, kompensasi, pendidikan dan anti-dumping.

Proteksionisme sosial.

Melalui penerapan tarif, bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan terhadap upah nasional, agar pendapatan pekerja setara dengan persaingan di luar negeri.

Proteksionisme kompensasi.

Proteksionisme jenis ini membandingkan harga produk dalam negeri dan impor. Menghadapi ketimpangan, ia memberi kompensasi kepada perusahaan-perusahaan di negaranya untuk memajukan industri nasional.

Proteksionisme pendidikan.

Ini melindungi pekerja profesional lokal sehingga para pendatang yang memiliki profesi tidak bisa bersaing, dengan cara yang sama, dengan profesional dari negaranya sendiri.

Proteksionisme anti-dumping.

Jenis proteksionisme ini memberikan beberapa hambatan, seperti pajak, untuk mencegah produk yang sama dipasarkan dengan harga yang lebih rendah dari harga di pasar nasional.

Keuntungan dan kerugian proteksionisme

Keuntungan

Kelebihan proteksionisme adalah sebagai berikut:

  • Itu membuat sektor produksi nasional tumbuh.
  • Ini mencegah produk impor bersaing dengan warga negara secara setara, yang mendorong perekonomian nasional.
  • Berkontribusi pada pengembangan sektor industri.
  • Ini membantu untuk mengatasi krisis ketika kekuatan produksi internal melemah.

Kekurangan

Kelemahan proteksionisme adalah sebagai berikut:

  • Ini dianggap sebagai gangguan dalam perekonomian negara.
  • Ini mengubah persaingan antar produsen.
  • Ini menyebabkan kondisi kekayaan fiktif.
  • Itu membuat Negara hanya bergantung pada produsen.

Contoh proteksionisme

Beberapa tindakan yang dicirikan sebagai proteksionis adalah sebagai berikut:

  • Pengenaan tarif atas produk yang diimpor.
  • Penerapan subsidi kepada perusahaan nasional, dengan tujuan mendorong pembangunan ekonomi internal dan industri nasional.
  • Memberlakukan batasan jumlah produk yang dapat diimpor seseorang tanpa membayar pajak tambahan.



Contoh proteksionisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas