Tes Fehling

Salah satu uji yang paling populer digunakan untuk estimasi atau deteksi gula pereduksi dan gula non-pereduksi adalah uji Fehling. Tes yang dikembangkan oleh ahli kimia Jerman HC Von Fehling juga digunakan untuk membedakan antara gugus fungsi keton dan karbohidrat yang larut dalam air.

Solusi Fehling

Uji Fehling terdiri dari larutan yang biasanya disiapkan segar di laboratorium. Awalnya, larutan ada dalam bentuk dua larutan terpisah yang diberi label sebagai Fehling’s A dan Fehling’s B. Fehling’s A adalah larutan yang mengandung tembaga(II) sulfat, yang berwarna biru. Fehling’s B adalah cairan bening yang terdiri dari kalium natrium tartrat (garam Rochelle) dan alkali kuat, biasanya natrium hidroksida. Selama larutan uji A dan B disiapkan satu per satu dan disimpan.

Solusi Fehling

Kedua larutan tersebut kemudian dicampur dalam volume yang sama untuk mendapatkan larutan Fehling akhir yang berwarna biru tua. Bahan biru tua adalah kompleks bis(tartrat) dari Cu 2+. Tetra-anion tartrat berfungsi sebagai zat pengkelat dalam larutan.

Prosedur

Prosedurnya dapat dilakukan sebagai berikut;

  • Masukkan sampel ke dalam tabung reaksi kering.
  • Air suling harus disimpan dalam tabung lain sebagai kontrol.
  • Larutan Fehling ditambahkan ke dalam tabung.
  • Tabung harus disimpan dalam penangas air.
  • Lakukan pengamatan dan catat jika ada perkembangan endapan merah.

Khususnya, hasilnya positif jika ada pembentukan endapan coklat kemerahan, sedangkan hasilnya negatif jika tidak ada indikasi perubahan tersebut.

Prosedur Tes Fehling

Perhatian: Larutan Fehling sebagian besar bersifat korosif. Oleh karena itu, selalu baik untuk memakai alat pelindung seperti kacamata dan sarung tangan.

Reaksi Uji Fehling

Dalam larutan Fehling, reaksi antara ion tembaga(II) dan aldehida direpresentasikan sebagai;

RCHO + 2 Cu 2+ + 5 OH – → RCOO – + Cu 2 O + 3 H 2 O

Ketika tartrat ditambahkan:

RCHO + 2 Cu (C 4 H 4 O 6 ) 2 2- + 5 OH – → RCOO – + Cu 2 O + 4 C 4 H 4 O 6 2- + 3 H 2 O

Penggunaan Umum Uji Fehling

Beberapa kegunaan umum dari uji Fehling adalah; itu digunakan untuk menentukan apakah gugus karbonil adalah aldehida atau keton. Aldehida cenderung teroksidasi dan memberikan hasil positif. Keton selain alfa-hidroksi-keton tidak bereaksi.

Uji Fehling juga digunakan sebagai uji umum untuk monosakarida dimana hasil positif diperoleh untuk monosakarida alsin dan monosakarida ketosa. Selain itu, tes Fehling digunakan di bidang medis untuk menentukan adanya glukosa dalam urin. Ini membantu untuk mengetahui apakah orang tersebut menderita diabetes atau tidak.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *