Virologi: Pengertian, objek kajian dan Manfaat

Virologi, kajian ilmu yang mempelajari virus – submikroskopik, partikel parasit dari bahan genetik yang terkandung dalam mantel protein – dan agen yang menyerupai virus. Ini berfokus pada aspek-aspek virus berikut: struktur mereka, klasifikasi dan evolusi, cara mereka untuk menginfeksi dan mengeksploitasi sel inang untuk reproduksi, interaksinya dengan fisiologi dan imunitas organisme inang, penyakit yang disebabkannya, teknik untuk mengisolasi dan membiakkannya, dan penggunaannya dalam penelitian dan terapi. Virologi adalah bidang mikrobiologi.

Pada dasarnya, virologi merupakan cabang mikrobiologi yang berkaitan dengan studi virus (serta berbagai partikel mirip virus), karakteristik, klasifikasi, serta hubungannya dengan inang masing-masing.

Dibandingkan dengan organisme lain dalam mikrobiologi, virus sangat unik dengan karakteristik yang berbeda (berkaitan dengan multiplikasi, struktur, dll) yang membedakannya.

Mengingat bahwa virus memiliki arti medis dan kedokteran hewan, virologi semakin menjadi salah satu sub-disiplin ilmu mikrobiologi yang paling penting yang memungkinkan para peneliti untuk tidak hanya menemukan perawatan dan penyembuhan untuk penyakit yang disebabkannya, tetapi juga menggunakannya untuk keperluan farmasi.

Beberapa sifat umum dari virus meliputi:

  • Hanya dapat bereproduksi (melalui sintesis dan perakitan) dalam sel hidup
  • Mengandung DNA / RNA atau keduanya dalam beberapa kasus
  • Tidak mampu melakukan mode reproduksi seksual atau aseksual
  • Bukan sel – Mereka adalah partikel aseluler yang tidak memiliki organel dan sitoplasma sel normal
  • Sangat kecil dibandingkan dengan organisme bersel tunggal lainnya
  • Tidak seperti organisme sel tunggal lainnya, virus disebut sebagai “partikel” dalam kebanyakan buku karena mereka tidak dianggap sebagai sel “hidup”.
  • Mereka adalah parasit yang sepenuhnya bergantung pada sel-sel hidup untuk replikasi.

Pengertian

Virologi adalah cabang dari ilmu-ilmu yang berfokus pada studi virus dan organisme yang berperilaku seperti virus, seperti prion dan viroid. Para peneliti di bidang virologi dapat bekerja dengan virus yang menyerang tanaman, hewan, atau bakteri, melakukan penelitian baik di laboratorium dan di lapangan.

Banyak pemerintah berinvestasi dalam virologi untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat, dan perusahaan obat swasta dan lembaga penelitian juga tertarik di bidang virologi dan aplikasi.

Manfaat

Salah satu tujuan utama dari virologi adalah klasifikasi, di mana virus yang dipelajari untuk menentukan apa yang mereka dan bagaimana mereka bekerja. Klasifikasi dalam virologi dapat digunakan untuk menentukan bahwa berbagai virus terkait satu sama lain, dan karena itu mereka dapat bekerja dengan cara yang sama, atau menjadi rentan terhadap obat antivirus yang sama.

Mampu mengklasifikasikan virus dalam virologi juga memungkinkan peneliti untuk menentukan apakah virus telah terlihat sebelumnya, dan untuk menghubungkan mereka menemukan virus dengan studi yang ada dan informasi.

Ahli virologi juga sibuk dengan struktur virus, dan cara di mana virus bekerja. Meskipun tidak dianggap organisme hidup, virus bisa sangat kompleks, dan mereka telah beradaptasi beberapa trik pintar, seperti pembajakan sel dan membuat mereka untuk mereproduksi virus atau menipu tubuh ke dalam pemikiran bahwa agen virus bukanlah seorang penyerang yang tidak diinginkan.

Memahami bagaimana organisme ini bekerja dapat menjadi bagian penting dari mengembangkan metode yang dapat digunakan untuk membasmi mereka.

Penyakit virus, hasil dari infeksi virus, juga menarik ahli virologi, seiring dengan cara penularan dan topik terkait. Ketika wabah virus terjadi, para peneliti melakukan penelitian untuk menentukan di mana virus itu berasal, bagaimana hal itu dapat diobati, apa gejala, dan bagaimana infeksi tambahan bisa dicegah.

Ahli virologi juga melacak tren jangka panjang, seperti perubahan DNA virus, atau perubahan dalam tingkat kekebalan pada populasi yang berada pada risiko infeksi.

Ahli virologi bekerja untuk mengembangkan obat yang dapat digunakan dalam pengobatan infeksi virus, dan mereka juga mengembangkan vaksin, di mana sejumlah kecil antigen diperkenalkan ke dalam tubuh untuk merangsang menjadi memproduksi antibodi yang akan mempertahankannya dalam kegiatan paparan virus.

Beberapa virus tetap relatif statis, memungkinkan peneliti untuk mengandalkan vaksin tahun demi tahun yang sama, sementara yang lain dengan cepat bermutasi dan berubah, membutuhkan pengembangan vaksin baru dan obat-obatan sehingga komunitas kedokteran dan virologi mereka dapat tetap berada di depan.

Virologi Klinik dan Veteriner

Virologi veteriner, yang merupakan cabang virologi yang berkaitan dengan agen virus, penyakit virus hewan, dan penyakit zoonosis apa pun yang muncul yang disebabkan oleh virus, berkembang dari kebutuhan untuk mengendalikan penyakit virus pada hewan (mis. Penyakit prion, pestivirus, arterivirus, dll).

Sementara virologi veteriner adalah bidang studi penting yang bertujuan mencegah dan mengobati penyakit hewan yang disebabkan oleh virus, tetapi juga bidang penting dalam virologi klinis. Ini disebabkan oleh fakta bahwa penyakit seperti rabies yang memengaruhi gigi taring juga dapat memengaruhi manusia.

Virologi Klinis, di sisi lain adalah bidang kedokteran dan virologi yang berkaitan dengan studi virus yang menyebabkan patologi manusia. Seperti halnya virologi veteriner, virologi klinis juga memperhatikan klasifikasi dan karakterisasi partikel-partikel ini, yang pada gilirannya memungkinkan pengembangan strategi pengobatan dan pencegahan terhadap penyakit yang disebabkannya.

Related Posts