4 Penyebab Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya

Sriwijaya merupakan kerajaan besar yang sering melakukan ekspansi wilayah demi kemakmuran rakyatnya. Namun seperti yang kita ketahui bahwa di dunia tiada yang abadi, Srwijaya yang terkenal besar dan kuat akhirnya bertemu dengan masa kemunduran dan bahkan kehancurannya. Berikut kisah kemunduran dan kehancuran kerajaan Sriwijaya.

Penyebab Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya

Sejak abad ke-7 M Sriwijaya sering melakukan ekspansi wilayah terhadap beberapa daerah dengan tujuan untuk memakmurkan rakyatnya. Ekspansi ini meliputi Jawa dan Semenanjung Malaya. Pada kala itu kedua wilayah tersebut merupakan jalur pelayaran terbesar sehingga Sriwijaya  mampu mengontrol jalur pelayaran pula.

Pada masa raja Samartungga, yakni pada tahun 795 hingga 835 ekspansi militer Sriwijaya sudah mulai berkurang. Sebab raja Samartungga lebih banyak menghabiskan sumber daya untuk memperkuat penguasaan kerajaan di jawa.

Pada masa kepemimpinan raja Samartungga inilah candi borobudur yang sangat megah itu dibangun dan selesai pada tahun 825 M. Candi borobudu merupakan salah satu peninggalan kerajaan sriwijaya yang masih bisa kita lihat keberadaanya hingga saat ini.

Sriwijaya memanglah kerajaan yang sangat besar dan kuat, namun tiada gading yang tak retak, sehingga Sriwijaya mengalami keruntuhan. Pada saat itu kerajaan Sriwijaya diserang oleh sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja cholamandala yang pada ahirnya terjadilah suatu pertempuran sengit antara keduanya.

Akan tetapi seerangan raja Cholamandala sangatlah kuat sehingga mampu membuat kerajaan Sriwijaya sangat lemah dan mengalami kemunduran. Serangan tersebut juga mengakibatkan kebangkitan kerajaan Melayu-Jambi menjadi lebih kuat.

Setelah terjadi penyerangan dari raja Cholamandala wilayah kerajaan Sriwijaya direbut oleh kerajaan Melayu-Jambi yanng mengakibatkan semakin kecilnya wilayah kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Melayu-Jambi pun berubah menjadi kerajaan yang cukup besar dan menggeserkan roda kekuasaan kerajaan Sriwijaya.

Kerajaan Sriwijaya mulai runtuh antara tahun 1178 dan 1225 disebabkan penaklukan oleh kerajaan Melayu-Jambi. Namun ada pula yang mengatakan bahwa melemahnya kerajaan Sriwijaya disebabkan oleh munculnya agma Islam (Moh. Dahlan Mansoer, 1979:132)

Faktor Penyebab Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya adalah:

  • Pada tahun 1017 dan 1025, Rajendra Chola I, dari dinasti Chola di Koromande, India Selatan menyerang Sriwijaya. Kedua serangan tersebut membuat luluh lantah armada perang Sriwijaya dan membuat perdagangan di wilayah Asia Tenggara jatuh pada Raja Chola. Namun Kerajaan Sriwijaya masih berdiri.
  • Melemahnya kekuatan militer Sriwijaya, membuat beberapa daerah taklukannya melepaskan diri sampai muncul Dharmasraya dan Pagaruyung sebagai kekuatan baru yang kemudian menguasai kembali wilayah jajahan Sriwijaya mulai dari kawasan Semenanjung Malaya, Sumatera, sampai Jawa bagian barat.
  • Melemahnya Sriwijaya juga diakibatkan oleh faktor ekonomi. Para pedagang yang melakukan aktivitas perdagangan di Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang karena daerah-daerah strategis yang dulu merupakan daerah taklukan Sriwijaya jatuh ke tangan Raja-raja sekitarnya.
  • Munculnya kerajaan-kerajaan yang kuat seperti Dharmasraya yang sampai menguasai Sriwijaya seutuhnya serta Kerajaan Singasari yang tercatat sukses melakukan sebuah ekspedisi yang bernama ekspedisi Pamalayu.



4 Penyebab Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas